12 Desember 2009

Makalah Pembawaan & Lingkungan

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                      …………………………………………… i
DAFTAR ISI                          ...........…………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN                 …………………………………………… 7
A.   Latar Belakang             …………………………………………… 4
B.   Identifikasi Masalah     …………………………………………… 5
C.   Rumusan Masalah       …………………………………………… 6
BAB II PEMBAHASAN                   …………………………………………… 7
A.   Pengertian         …………………………………………………… 7
B.   Macam – macam Pembawaan & Lingkungan         ………… 8
C.   Faktor – faktor Pembawaan dan Lingkungan .................... 10
D.   Teori-teori Pembawaan dan Lingkungan  .......................... 12 
E.   Hubungan Individual dengan Lingkungan ......................... 13
F.    Peran Pembawaan & Lingkungan dalam Perkembangan..
G.   Cara Mengatasi Pembawaan yang Negatif .........................
BAB III PENUTUP              ..........…………………………………………… 7
A.   Kesimpulan       ………………………………………………….. 16
B.   Saran-saran       ………………………………………………….. 16
DAFTAR PUSTAKA           ………………………………………………….. 18


  
BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Pernahkah terpikirkan mengapa setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda satu sama lain? Ada yang berpendapat bahwa sumber utama yang menimbulkan adanya perbedaan-perbedaan dari kepribadian setiap manusia disebabkan oleh tiga faktor, yaitu : faktor pembawaan (heriditas), faktor lingkungan (environtment) dan faktor struktur diri.
Pada dasarnya ciri-ciri pembawaan manusia yang essensial dari berbagai “ras” dan kelompok “etnis” adalah sama, tetapi sifat-sifat spesifik yang disembunyikannya pada masing-masing individu sangat bervariasi setiap individu pada saat konsepsi menerima warisan genetik dari kedua orang tuanya yang akan memberikan potensi bagi perkembangan dan tingkah lakunya sepanjang hidupnya.
Warisan genetik manusia yang khas adalah otaknya yang jauh lebih mampu dari spesies lainnya. Otak mampu menghasilkan suatu jaringan komunikasi yang luar biasa, disertai kemampuan dalam mengintegrasikan dan menyimpan pengalaman-pengalaman baru, melakukan penalaran, membayangkan dan melakukan pemecahan suatu masalah.
Seperti halnya dengan sifat-sifat konstitutional yang lain, setiap individu juga berbeda taraf kecerdasannya.
Melalui perbedaan konstitutional ini tampaknya pembawaan merupakan faktor penting yang memberi kelengkapan dasar pada individu untuk berkembang, akan tetapi pembentukan potensi yang sama dengan menyangkut persepsi, perasaan perpikir, bertindak tergantung pula pada lingkungan fisis dan lingkungan sosio-kultural.
Lingkungan sosio-kultural merupakan faktor yang sangat berperan dalam pembentukan tingkah laku manusia, setiap lingkungan sosio-kultural pada dasarnya heterogen[1], terdiri dari sub budaya, yang masing-masing mempunyai ciri dan sosialisasi yang khusus bagi anggotanya.
Soal pembawaan ini adalah soal yang sangat tidak mudah dan dengan demikian memerlukan penjelasan, dan uraian yang tidak sedikit. Telah bertahun-tahun lamanya para ahli didik, ahli biologi, ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusaha mencari jawaban atas pertanyaan : perkembangan manusia tergantung pada pembawaan ataukah lingkungan atau dengan kata lain perkembangan anak muda hingga menjadi dewasa, faktor-faktor yang menentukan itu, kadang-kadang yang dibawa dari keturunan, pembawaan ataukah pengaruh-pengaruh lingkungan ada beberapa pendapat.
Tetapi perkembangan manusia itu bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. Manusia itu tidak hanya diperkembangkan tetapi iya memperkembangkan dirinya sendiri. Manusia adalah makhluk.
Proses perkembangan manusia tidak hanya oleh faktor pembawaan yang telah ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. Aktivitas manusia itu sendiri dalam pekembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga.

B.   Identifikasi Masalah
            Untuk memperkaya wawasan dan pemahaman pembaca tentang pembawaan dan lingkungan, maka dapat disimpulkan beberapa pokok antara lain :
a)         Macam – macam pembawaan dan lingkungan
b)         Faktor – faktor Pembawaan dan Lingkungan
c)         Teori – Teori Pembawaan dan Lingkungan
C.   Rumusan Masalah
a)    Apa pengertian dari Pembawaan dan Lingkungan?
b)    Apa saja macam-macam dari Pembawaan dan Lingkungan?
c)    Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Pembawaan dan Lingkungan?
d)    Teori-teori apa saja yang melandasi Pembawaan dan Lingkungan?
e)    Bagaimana hubungan antara Individu dan Lingkungan?
f)     Apa saja yang berperan penting dalam perkembangan individu?
g)    Bagaimana cara mengatasi pembawaan yang negatif? Dan Apakah egois merupakan faktor pembawaan!

  
BAB II
PEMBAWAAN DAN LINGKUNGAN

A.   Pengertian Pembawaan dan Lingkungan
1.        Pengertian Pembawaan
Agar lebih jelas lagi pengertian kita tentang keturunan dan bagaimana hubungannya atau adakah perbedaannya antara turunan dengan pembawaan, inilah uraiannya, dapat kita katakan bahwa yang dimaksud dengan pembawaan ialah semua kesanggupan-kesanggupan yang dapat diwujudkan.
Pembawaan atau bakat terkandung dalam sel-benih (kiem-cel), yaitu keseluruhan kemungkinan-kemungkinan yang ditentukan oleh keturunan, inilah yang dalam arti terbatas kita namakan pembawaan (aanleg).
Di muka telah dikatakan bahwa pembawaan ialah seluruh kemungkinan yang terkandung dalam sel-benih yang akan berkembang mencapai perwujudannya.
Pembawaan (yang dibawa anak sejak lahir) adalah potensi-potensi yang aktif dan pasif, yang akan terus berkembang hingga mencapai perwujudannya.
2.        Pengertian Lingkungan
Dalam ilmu psikologi, lingkungan disebut dengan environment (Milieu)[2]. Jadi bukan surrounding yang berarti keadaan sekeliling saja. Karena kata environment mencakup semua faktor di luar diri manusia yang mempunyai arti bagi dirinya, dalam arti memungkinkan untuk memberikan reaksi pada diri manusia tersebut. Jadi antara kita (manusia) dan lingkungan terjadi interaksi yang terus menerus.
Lingkungan (environment) ialah meliputi semua kondisi-kondisi dalam dunia ini yang dalam cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life process[3] kita kecuali gen-gen.

B.   Macam-macam Pembawaan dan Lingkungan
1.    Pembawaan
Beberapa macam pembawaan adalah sebagai berikut:
a.    Pembawaan Jenis
Tiap-tiap manusia biasa diwaktu lainnya telah memiliki pembawaan jenis, yaitu jenis manusia. Bentuk badannya, anggota-anggota tubuhnya, intelijensinya, ingatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas, dan berbeda dengan jenis-jenis makhluk lain.
b.    Pembawaan Ras
Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang juga termasuk pembawaan keturunan, yaitu pembawaan keturunan mengenai ras.
c.    Pembawaan Jenis Kelamin
Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing.
d.    Pembawaan Perseorangan
Tiap orang (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal, banyak ditentukan oleh pembawaan ras, pembawaan jenis dan pembawaan kelamin.
·         Konstitusi tubuh : termasuk didalamnya : motorik, seperti sikap badan, sikap berjalan, air muka, gerakan bicara.
·         Cara bekerja alat-alat indra : ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis perangsang tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh ayah atau ibunya.
·         Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar.
·         Tipe-tipe perhatian, intelijensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelijensi.
·         Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas.
·         Tempo dan ritme perkembangan
2.  Lingkungan (Environment)
Macam-macam lingkungan dan bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungannya.
Lingkungan dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:
a.    Lingkungan fisik (physical environment)
Yaitu lingkungan / segala sesuatu di sekitar kita yang berupa benda mati, misalnya: rumah, kendaraan, udara, air dan sebagainya.
b.    Lingkungan biologis
Yaitu lingkungan yang berupa makhluk hidup, lingkungan ini dibedakan menjadi 2, yaitu lingkungan tumbuh-tumbuhan dan lingkungan hewan.
c.    Lingkungan abstrak
Semua hal yang abstrak juga bisa dimasukkan dalam lingkungan, jika hal tersebut telah menyatu dengan manusia. Termasuk semua hal yang abstrak, misalnya: pengetahuan, kesenian, kebudayaan, nilai kehidupan seperti aturan-aturan pergaulan, tata krama, sopan santun dan sebagainya[4].
Dan menurut Sertain lingkungan itu dapat dibagi menjadi 3 bagian sebagai berikut :
a)    Lingkungan alam/luar (eksternal or physical environment)
Ialah segala sesuatu yang ada dalam dunia ini yang bukan manusia, seperti; rumah, tumbuh-tumbuhan, air, iklim, hewan, dan sebagaisnya.
b)    Lingkungan dalam (internal environment),
Ialah segala sesuatu yang termasuk lingkungan luar/alam
c)    Lingkungan sosial/masyarakat (social environment)
Ialah semua orang/manusia lain yang mempengaruhi kita. Pengaruh lingkungan sosial itu ada yang kita terima secara langsung dan ada yang tidak langsung. Pengaruh secara langsung, seperti dalam pergaulan sehari-hari dengan orang lain, dengan keluarga kita, teman-teman kita, kawan sekolah, sepekerjaan, dan sebagainya.
Yang tidak langsung, melalui radio dan televisi, dengan membaca buku-buku, majalah-majalah, surat-surat kabar, dan sebagainya, dan dengan berbagai cara yang lain.
Pada dasarnya jiwa manusia terdiri dari dua aspek, yaitu aspek kemampuan yang meliputi inteligensi dan bakat, sedangkan aspek kepribadian meliputi watak, sikap, sifat dan minat[5].
Faktor lingkungan yang paling berperan dalam pembentukan pribadi manusia adalah rumah, sekolah dan teman sebaya[6]

C.   FAKTOR – FAKTOR DALAM PEMBAWAAN DAN LINGKUNGAN
1.    Faktor Endogen
Faktor endogen ialah faktor atau sifat yang dibawa oleh individu sejak dalam kandungan hingga saat dilahirkan. Jadi faktor endogen merupakan faktor keturunan atau faktor bawaan.  Sebagai faktor keturunan yang merupakan penlaran dari gen yang diturunkan, maka tidaklah mengherankan kalau faktor endogen yang dibawa oleh individu itu mempunyai sifat-sifat seperti orang tuanya. Ini berarti bahwa keadaan atau sifat-sifat dari anak itu tidak meninggalkan sifat-sifat dari orang tuanya.
Kita mengenal bahwa faktor-faktor endogen yang nampak pada saat individu itu dilahirkan, adalah adanya sifat-sifat tertentu yang berhubungan dengan faktor kejasmanian, misalnya warna kulit, warna dan jenis rambut, rupa wajah, golongan darah, dan sebagainya. Faktor pembawaan yang berhubungan dengan keadaan jasmani pada umumnya tidak dapat diubah begitu saja, dan merupakan faktor dasar dalam ciri fisik individu.
Disamping itu individu juga mempunyai sifat-sifat pembawaan psikologik yang erat hubungannya dengan keadaan jasmani yaitu temperamen. Temperamen merupakan sifat-sifat pembawaan yang erat hubungannya dengan struktur kejasmanian seseorang, yang berhubungan dengan fungsi-fungsi fisiologik seperti darah, kelenjar-kelenjar, cairan-cairan lain, yang terdapat dalam diri manusia. Temperamen berbeda dengan karakter atau watak. Karakter atau watak merupakan keseluruhan dari sifat seseorang yang nampak dalam perbuatannya sehari-hari, sebagai hasil bawaan maupun lingkungan. Temperamen pada umumnya bersifat konstan, sedangkan watak atau karakter lebih bersifat tidak konstan, dapat berubah-ubah sesuai dengan pengaruh lingkungan.
Selain itu individu masih mempunyai sifat-sifat pembawaan yang berupa bakat (aptitude). Bakat bukanlah sesuatu yang telah jadi dan terbentuk pada pada waktu individu dilahirkan, tetapi baru merupakan potensi-potensi saja. Supaya potensi tersebut teraktualisasikan dibutuhkan kesempatan untuk mengaktualisasikan bakat-bakat tersebut. Disinilah dukungan lingkungan  yang baik diperlukan dalam perkembangan individu.
2.    Faktor Eksogen
Faktor eksogen ialah faktor yang datang dari luar diri individu, merupakan pengalaman-pengalaman, kejadian alam sekitar, pendidikan, dan sebagainya. Umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan pengaruhnya secara paksa kepada individu. Lingkungan hanya menyediakan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatan-kesempatan kepada individu. Apakah individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tersebut atau tidak tergantung kepada individu yang bersangkutan. Lain halnya dengan pendidikan yang bersifat aktif, penuh tanggung jawab, dan secara sistematik.

D.   Teori –Teori  Pembawaan dan Lingkungan
1.    Aliran Nativisme
Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Pendidikan tidak bisa mengubah sifat-sifat pembawaan. Salah satu perbedaan dasar individu adalah latar belakang hereditas masing-masing individu. Hereditas dapat diartikan sebagai pewaris atau pemindah biologis, karakteristik individu dari pihak orang tuanya.
2.    Aliran Empirisme
Aliran ini mempunyai pendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa, itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya. Sejak atau oleh pendidik dan pengalamannya sejak kecil, manusia dapat dididik apa saja/kearah yang lebih yang baik maupun kearah yang buruk.
Aliran teori ini dalam lapangan pendidikan menimbulkan pandangan yang otomistis yang memandang bahwa pendidikan merupakan usaha yang cukup mampu untuk membentuk pribadi manusia. Teori ini sering disebut dengan “Tabularasa[7]” yang memandang bahwa keturunan itu mempunyai peranan.
3.    Hukum Konvergensi
      Hukum ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern[8]. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia, dari dua buah faktor perkembangan dan lingkungan. Kedua hal tersebut itu kita renungkan benar-benar, belum tepatlah kiranya hal itu diperuntukkan bagi perkembangan manusia, hasil dari proses alam, yaitu pembawaan dan lingkungan belaka.

E.   Hubungan Individu Dengan Lingkungan
Kepribadian adalah organisasi dinamis daripada sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik (khas).
Dari rumusan / definisi tersebut jelas bahwa kepribadian manusia tidak dapat dirumuskan sebagai suatu keseluruhan atau kesatuan individu saja, tanpa sekaligus meletakkan hubungannya dengan lingkungannya.
Seperti yang dikemukakan dalam teori konvergensi bahwa lingkungan mempunyai peranan yang penting dalam perkembangan individu. Lingkungan disini secara umum dapat dibedakan :
1.    Lingkungan fisik, yaitu lingkungan alam, misalnya keadaan tanah, iklim, musim dan sebagainya. Perbedaan lingkungan alam dimana individu berada akan memberikan perbedaan pengaruh pula terhadap perkembangan individu. Sebagai misal daerah pantai, pegunungan ataupun pedalaman akan memberikan pengaruh berbeda kepada individu. Begitu pula dengan daerah dua musim atau empat musim akan memberikan pengaruh berbeda pada individu.
2.    Lingkungan sosial, yaitu merupakan lingkungan masyarakat, dimana terjadi interaksi antara individu yang satu dengan yang lain. Kondisi masyarakat ini juga akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Lingkungan sosial dapat dibedakan :
a.    Lingkungan sosial primer, yaitu lingkungan sosial dimana terdapat hubungan yang erat antara anggota yang satu dengan anggota yang lain, antar anggota saling mengenal dengan baik, dan memiliki hubungan yang erat. Sehingga pengaruh lingkungan sosial primer ini akan lebih kuat.
b.    Lingkungan sosial sekunder, yaitu lingkungan sosial dimana hubungan antara anggota yang satu dengan anggota yang lain agak longgar. Pada umumnya antar anggota kurang atau tidak saling kenal dengan baik. Karena itu pengaruh lingkungan sosial sekunder ini tidak kuat.
Pengaruh lingkungan sosial baik lingkungan sosial primer maupun sekunder sangat kompleks dalam perkembangan individu. Disamping itu hubungan antara individu dengan lingkungannya merupakan hubungan yang saling timbal balik, yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu, dan sebaliknya  individu juga dapat mempengaruhi lingkungan.
Menurut Woodworth[9], cara-cara individu itu berhubungan dengan lingkungannya dapat dibedakan menjadi 4 macam :
1.    Individu bertentangan dengan lingkungannya,
2.    Individu menggunakan lingkungannya,
3.   Individu berpartisipasi dengan lingkungannya, dan
4.   Individu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Individu itu senantiasa berusaha untuk “ menyesuaikan diri “ (dalam arti luas) dengan lingkungannya. Dalam arti yang luas menyesuaikan diri itu berarti :
1.    Mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan (penyesuaian autoplastis)
2.    Mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan) diri penyesuaian diri alloplastis.

F.    Peran Pembawaan dan Lingkungan Dalam Perkembangan
Dalam hal ini memang peran pembawaan dan lingkungan dalam perkembangan individu seseorang sangatlah penting sekali. Ada beberapa poin penting yang bisa kita jadikan acuan.
Berikut beberapa poin yang bisa mempengaruhi perkembangan individu:
1.    Faktor Pembawaan
a.    Intelijensi
b.    Sifat-sifat
c.    Kemampuan / bakat tertentu
d.    Bentuk Tubuh
2.    Faktor Lingkungan
a.    Lingkungan Keluarga
b.    Lingkungan Sekolah
c.    Lingkungan Masyarakat
d.    Keadaan Alam Sekitar

G.   Cara Mengatasi Pembawaan Yang Negatif
Selama ini pembawaan yang negatif merupakan faktor yang sangat penting dan sulit diatasi. Dalam hal ini yang pertama adalah peran individu sangat dibutuhkan sekali untuk merubah faktor pembawaan ini. Kita harus bisa selalu introspeksi diri, agar bisa berjalan kearah yang positif. Yang kedua adalah peran orang tua dan keluarga yang maksimal sangat dibutuhkan sekali. Yang ketiga adalah ketika seorang individu dan orangtua sudah sangat maksimal sekali namun tetap tidak bisa merubah pembawaan tersebut, masyarakatlah yang harus berperan optimal untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Dan jangan hanya mengucilkan individu tersebut. Dan yang terakhir adalah memperdalam pengetahuan tentang sifat-sifat yang positif dan negatif.
Ada sebuah pertanyaan dari beberapa audien bahwa apakah egois merupakan faktor pembawaan? Dan bagaimana cara meredam egoisme tersebut!
Egois dalam hal ini bisa dikatakan faktor pembawaan bisa juga dikatakan faktor lingkungan. Orang tua yang yang sifatnya selalu egois bisa saja nantinya melahirkan keturunan yang sifat-sifatnya diwariskan kepada anaknya. Egois dikatakan faktor lingkungan karena faktor dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat juga bisa bisa memunculkan sifat egoisme tersebut. Lingkungan yang keras mempunyai peranan yang penting dalam sifat egoisme tersebut.
Ada beberapa car mengatasi sifat egoisme tersebut :
1.    Individu harus berlatih sabar
2.    Lebih mementingkan kewajiban daripada hak
3.    Selalu berfikir logis
4.    Selalu introspeksi diri
5.    Banyak membaca buku tentang motivasi dan pengembangan diri





 BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
            Bahwa semua yang berkembang dalam diri suatu individu ditentukan oleh pembawaan dan juga oleh lingkungannya.
            Di dalam aliran Nativisme berpendapat bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Pendidikan tidak dapat mengubah sifat pembawaan. Kemudian di dalam aliran Empirisme berpendapat bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh faktor lingkungan. Namun, di dalam aliran Konvergensi berpendapat bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh faktor pembawaan dan lingkungan.
Seperti yang dikemukakan dalam teori Konvergensi bahwa lingkungan mempunyai peranan penting dalam perkembangan individu. Dan lingkungan dapat dibedakan menjadi Lingkungan fisik dan Lingkungan sosial.
            Selain itu pembawaan dan lingkungan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor Endogen dan faktor Eksogen. Faktor endogen ialah sifat yang dibawa oleh individu sejak dalam kandungan hingga saat dilahirkan. Jadi faktor endogen merupakan faktor keturunan atau faktor bawaan. Dan faktor eksogen ialah faktor yang datang dari luar diri individu, yaitu berupa pengalaman-pengalaman, kejadian alam sekitar, pendidikan, dan sebagainya.

B.   Saran
            Faktor pembawaan dan lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan manusia. Sifat, intelijensi dan bakat atau potensi-potensi individu yang dapat memberikan perkembangan individu seseorang. Selain faktor pembawaan tersebut, lingkungan juga sangat mempengaruhi perkembangan. Orang tua hendaknya dari sejak dini mengenalkan lingkungan yang baik kepada anak-anak. Disebabkan, lingkungan sekarang ini ada juga yang kurang baik dan bisa berdampak negatif bagi perkembangan anak-anak. Dan ada baiknya pula, jika orang tua juga berperan dalam mengawasi perkembangan anaknya, karena sekarang ini ada juga orang tua yang kurang mengawasi anaknya dikarenakan sibuk bekerja.

  
DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, H. Abu, Psikologi Umum. Semarang: Rineka Cipta, 1991
Syah Muhibbin, Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1995.
Effendi Usman, Dkk, Pengantar Psikologi. Bandung: Angkasa, 1984.
Soemanto Wasty, Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 1990
5.Purwanto mangalin, Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Angkasa, 1955
A.W. Wijaya, Drs., Individu, Keluarga dan Masyarakat, Akademika Pressindo, Jakarta, 1986.
Abu Ahmadi, Drs. H., dkk., Ilmu Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 1991.
Ahmad Tantowi, Psikologi Pendidikan, Angkasa, Jakarta, 1986.
Fuad Amsyari, Prinsip-Prinsip Masalah Pencemaran Lingkungan, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1986.
Samsi Haryanto, Dr., M.Pd., Pengantar Teori Pengukuran Kepribadian, Sebelas Maret University, Surakarta, 1994.
Singgih D. Gunarsa, Dr., Psikologi Untuk Membimbing, BPK Gunung Muria, Jakarta, 1992.


[1] Heterogen = terdiri dari unsur-unsur yang bukan dari jenis yang sama atau dari unsur yang berbeda
[2] Drs. H. Abu Ahmadi, dkk., Ilmu Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 1991, hlm. 64.
[3] Life Process : Proses kehidupan
[4] Fuad Amsyari, Prinsip-Prinsip Masalah Pencemaran Lingkungan., hlm. 11.
[5] Dr. Samsi Haryanto, M.Pd., Pengantar Teori Pengukuran Kepribadian, Sebelas Maret University, Surakarta, 1994, hlm. 1.
[6] Dr. Singgih D. Gunarsa, Psikologi Untuk Membimbing, BPK Gunung Muria, Jakarta, 1992, hlm. 69.
[7] Tabula rasa (dari bahasa Latin kertas kosong) merujuk pada pandangan epistemologi bahwa seorang manusia lahir tanpa isi mental bawaan, dengan kata lain "kosong", dan seluruh sumber pengetahuan diperoleh sedikit demi sedikit melalui pengalaman dan persepsi alat inderanya terhadap dunia di luar dirinya.
[8] Wiiliam Stern : Seorang Ahli psikolog dan filsuf Jerman
[9] Fred Woodworth adalah seorang anarkis dan ateis penulis berbasis di Amerika Serikat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar