11 Desember 2009

Pergunakan Lima Kesempatan

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah s.a.w bersabda : " Pergunakan kesempatan yang lima sebelum datangnya yang lima perkara yaitu: Hidup sebelum mati,

            sehat sebelum sakit, lapang sebelum sempit, muda sebelum tua, dan kaya sebelum miskin " ( H.R Baihaqi )

            Dari hadis di atas menjelaskan bahwa setiap manusia mempunyai kesempatan dan pada hakikatnya setiap kesempatan itu ada untuk melakukan perbuatan baik. Perbuatan baik adalah perbuatan yang berlandaskan undang-undang Allah dan rasul.

            Setiap kesempatan akan datang padanya sekali dalam hidupnya, oleh sebab itu jangan disia-siakan setiap kesempatan yang baik. Sebagaimana dalam firman-Nya yang bermaksud : " Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan. Dimana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segalanya" (Q.S Al-Baqoroh : 148 )

            1. Hidup Sebelum Mati

            Nikmat umur dan ruh yang telah Allah beri kepada makhlukNya terutama insan yang bernama manusia hendaknya disyukuri. Karena dengan adanya roh yang Allah tiupkan kepada jasad manusia, manusia menjadi bernyawa dan hidup. Dengan hidupnya manusia maka  ada yang disebut umur atau usia. Dalam firman Allah yang bermaksud : " Dia ( Allah ) yang menghidupkan dan yang mematikan dan hanya kepada-Nya kamu akan kembali" ( Q.S Yunus : 56)

            Dengan demikian jangan dipersiakan kehidupan ini dengan membuang masa begitu saja, bersenang-senang dalam meraih kesenangan duniawi, bermegah-megahan tanpa memikirkan tentang kehidupan yang kekal kelak di akherat. Karena semua kesenangan yang bersifat duniawi atau kebendaan tidak akan kekal dan tidak akan dibawa pulang ketika kita dipanggil pulang oleh Yang Maha Pencipta yaitu kematian.

            Kematian, jodoh, rezeki itu ketetapan dan kerja Allah, manusia tidak mengetahui kapan akan menghadapi kematian. Kapan-kapan saja kematian itu akan datang dan dimana saja datangnya. dan kematian tidak bisa diundur-undur atau ditawar-tawar karena kematian juga sifatnya paksaan. Tua, muda, bocah cilik, bayi yang namanya kematian akan sampai andai Allah sudah menghendaki demikian.

            Oleh sebab itu sebelum datangnya sakaratul maut kita hendaknya mempergunakan kesempatan hidup dengan sebaik mungkin. Jangan diri kita dijadikan suruhan duniawi saja sehingga tidak mengingati akan adanya kematian. Dekatkan diri kita kepada Allah dan usahakan untuk mencintaiNya, berbuat baik terhadap sesama manusia, binatang, dan alam sekitar. Jauhi segala laranganNya dan patuhi perintahNya. Karena kalau ajal sudah datang, pintu taubat sudah ditutup.

            2. Sehat Sebelum Sakit

            Dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Setiap manusia menginginkan untuk hidup sehat, karena kalau dalam keadaan sehat semua aktiviti kehidupannya dapat dijalankan dengan baik. Tidak ada manusia mengharapkan sakit, orang yang sakitpun mengharapkan dirinya supaya cepat sembuh

            Oleh yang demikian ketika hidup dalam keadaan sehat, jangan dipersiakan-siakan dengan hanya mengejar kebahagiaan duniawi. Fisik yang sehat akan senang mencari rezeki, beribadah, dan mengerjakan ibadah fisik lainnya. Kebahagian fisik dan mental harus dapat diseimbangkan. Kebahagiaan mental bersifat kerohanian, untuk mengejar kebahagiaan rohani adalah dengan jalan mengenal dan mendekatkan diri dengan Allah setelah mencintai Allah.

            Sebelum datangnya rasa sakit ketubuh badan kita yang menyebabkan kurang sempurna dalam menjalankan ibadah, kurang keselesaan, kurang fit dalam bertaqarrub kepada Allah, maka lakukan ketika masih sihat. Syukuri nikmat sehat dengan mendekatkan diri kepadaNya dengan menjalankan apa yang sudah disyari'atkan sebelum datangnya sakit.

            3. Lapang Sebelum Sempit

            Selagi umur dunia masih ada selagi itulah manusia akan melakukan segala aktiviti hidup. Dalam menjalankan tugasan seharian seseorang memerlukan kerja keras dan komitmen yang tinggi, sehingga apa yang dihajati dapat terlaksana.

            Kesibukan dalam bekerja atau mencari rezeki janganlah dijadikan alasan untuk tidak mendekati dan mencintai Allah. Walau betapa sibuknya dalam bekerja atau mencari rezeki atau membuat aktiviti lain, masih ada masa luangnya dicelah-celah kesibukan tersebut. Tidak ada manusia yang bekerja selama 24jam tanpa henti, manusia bukan robot. Yang namanya robot saja dalam bekerja ada masanya untuk rest inikan lagi manusia.

            Pada umumnya yang memberi alasan sibuk dan tidak ada masa luang adalah ketika untuk menjalankan panggilan adzan yaitu dengan melaksanakan shalat. Manusia sanggup meninggalkan shalat semata-mata hendak menyiapkan kerjanya, sanggup merobohkan tiang agama demi menyelesaikan hal dunia. Atau juga melengah-lengahkan atau melalaikan shalat dengan menggunakan alasan yang klasik yaitu dengan menggunakana perkataan " tanggung, sebentar lagi, sekian minit lagi" dan alasan yang serupa maknanya. Wal hal mengerjakan shalat tepat waktu itu tidak susah dan tidak lama, karena dengan mengerjakan shalatpun semua pekerjaan akan selesai juga asalkan dapat menjalankan amanah kerja dengan baik. Dan balasan bagi orang yang melalaikan shalat adalah neraka wail.

            Ketika ada kelapangan, ada kesempatan untuk melakukan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah buatlah dengan segera dan rela atau ikhlas jangan menunggu datangnya kesempitan atau kesusahan. Kematian kita tak tau kapan datangnya, jadi bersiap-siaplah kita menghimpun bekal amalan dengan lebih banyak.

            4. Muda Sebelum Tua

            Sesuai dengan hukum 'alam, manusia akan mengalami proses atau tingkatan-tingkatan dari bayi tumbuh menjadi anak, dari anak-anak tumbuh menjadi remaja ( muda ), setelah itu memasuki peringkat tua.

            Selagi masih muda, masih mempunyai kekuatan fisik dan mentalnya sehingga masih kuat dan masih berfikir secara kritis dan cemerlang. Pada masa ini juga hendaknya dapat mempergunakan peluang yang ada dengan hal-hal yang positif menuju kepada kebaikan, baik kepada sesama manusia maupun dengan Allah.

            Masa muda janganlah digunakan untuk berfoya-foya, minum-minuman keras, terlibat dengan narkoba dan aktiviti negatif lainnya. Akan tetapi harus bisa berfikir dan melihat langkah kedepan, cita-cita untuk masa depan. Setiap langkah yang dilakukan amat bernilai dan berarti bagi diri, keluarga, dan negara. Karena apabila generasi mudanya tidak berkualitas dan tidak bermoral maka negara akan hancur. Sebab tu ada perkataan pemuda harapan bangsa. Pemuda tonggak harapan negara.  Jangan sia-siakan harapan ini wahai pemuda.

            Kehidupan ketika muda jangan disia-siakan karena apabila peluang ini diaia-siakan maka akan mengalami penyesalan di belakang, karena penyesalan di belakang itu tidak akan berarti  karena masa yang sudah dijalani tidak akan dan tidak bisa diputar ke depan lagi, tidak bisa dikembalikan lagi. Hidup di dunia hanya sekali dan peluang yang datangpun cuma satu kali, oleh karena itu pergunakan masa muda dengan sebaik mungkin sebelum memasuki masa tua. Karena orang yang sudah tua dan uzur tidak sesempurna ketika masa muda dalam melakukan ibadah dan akiviti lainnya. Segala kegiatannya sudah mengalami kelemahan dalam bergerak, baik kegiatan dalam bentuk kemasyarakatan maupun ibadah yang berhubung dengan Allah. Kelemahan disini adalah dari segi fisik, fisiknya sudah tidak sesegar masa muda, tidak secergas masa muda.

            5. Kaya Sebelum Miskin

            Allah menciptakan dunia ini dengan berpasang-pasangan, ada siang dan ada malam, ada perempuan dan ada lelaki, ada kaya dan ada miskin dan sebagainya.

            Ketika kita diberi kepercayaan oleh Allah dengan diberi harta kekayaan. Janganlah kita menolak atau menyakiti yang miskin. Setiap rezeki yang kita dapatkan dengan anggota badan kita, kita harus ingat bahwa disitu ada rezeki orang lain yang telah Allah titipkan melalui kita. Semua harta kekayaan yang dimiliki  seseorang adalah amanah Allah. Allah yang mempunyai harta kekayaan tersebut. Karena Allah Maha Kaya sedangkan manusia adalah pada hakekatnya adalah miskin, papa, tidak mempunyai apa-apa.

            Oleh sebab itu ketika Allah memberi kepercayaan kepada kita untuk menjaga dan memelihara milikNya, jangan kita bersikap sombong kepada yang miskin. Syukuri apa yang telah Allah beri yang telah Allah telah amanahkan kepada kita. Belanjakan hartanya untuk jalan Allah, jalan kebaikan. Ingat dengan orang yang memerlukan yaitu para fakir dan miskin.

            Ketika kita berharta janganlah bersikap medit untuk beramal di jalan Allah, karena harta itu tidak akan kekal. Sebagai peminjam kita harus dapat menjaganya karena kapan-kapan saja pemiliknya akan mengambil balik. Kalau sudah tidak dipercaya maka pemilik berhak dan akan mengambil balik hak miliknya.

            Barang siapa yang mensyukuri atas nikmatKu yang telah Aku berikan maka akan Aku tambahkan nikmatku itu kepadamu dan barang siapa yang tidak mensyukurinya maka sesungguhnya AzabKu sangat pedih.

            Dengan demikian sesungguhnya manusia tidak mempunyai apa-apa, maka ketika Allah mengamanahkan harta kekayaan kepada kita hendaknya kita menjalankan amanah itu dengan baik sehingga pemiliknya merasakan kesenangan dan mempercayai. Dan kalau sudah dipercayai maka pemilik harta tersebut akan menambahkan lagi kekayaanNya. Sesungguhnya hanya Allah yang Maha Kaya.

            Dengan adanya lima kesempatan ini, jadikan sebagai titk ukur untuk mengingatkan diri kita supaya tidak ada penyesalan di belakang hari. Dunia yang sudah berputar ke depan tidak bisa diputar balikkan lagi. Perkara yang telah lalu tidak bisa dikembalkan lagi.

            Mudah-mudahan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang tidak mensia-sikan kehidupan ini dan termasuk dalam golongan orang-orang yang senantiasa membasahi bibirnya dengan selalu beristighfar dan mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan. Aaamiiiiin.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar